Sejarah Organisasi

Beranda » Tentang Kami » Sejarah Organisasi

Sejarah Organisasi

Forum Peduli Mangrove Bali atau yang dikenal dengan sebutan FPMB, dibentuk dengan tujuan untuk melindungi, melestarikan, merehabilitasi, menanam kembali dan mendidik dalam upaya untuk menyelamatkan hutan mangrove. Didukung oleh Yayasan Artha Graha Peduli, Tim Forum Peduli Mangrove Bali mengadopsi 16 tahun pengalaman yang telah dimiiki oleh yayasan dalam merawat dan menjalankan Tambling Wildlife Nature Conservation yang terletak di selatan Taman Nasional Bukit Barisan yang terdiri dari 356.000 ha hutan hujan tropis, dan 21.600 ha Cagar Alam Laut. Diprakarsai oleh Tomy Winata pada awal tahun 2013, dibentuklah Forum Peduli Mangrove Bali.

Visi & Misi

Visi

Visi Forum Peduli Mangrove Bali (FPMB) adalah untuk merevitalisasi dan melestarikan hutan mangrove di Indonesia, khususnya di Bali melalui pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program hijau Pemerintah.

Misi

  • Konservasi hutan mangrove dan menciptakan lingkungan yang bersih di sekitarnya
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mangrove beserta manfaatnya
  • Menjaga hutan mangrove dari segala bentuk pengrusakan dan kegiatan illegal yang dilakukan oleh manusia
  • Penelitian dan pengembangan konservasi mangrove beserta manfaatnya
  • Memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan memanfaatkan keberadaan hutan mangrove

Pencapaian

Februari 2013

  • Forum Peduli Mangrove Bali merupakan inisiasi dari Yayasan Artha Graha Peduli bersama dengan kelima Lembaga Pemberdayaan Masyarkat yang berada di wilayah Teluk Benoa yaitu; Tanjung Benoa, Benoa, Jimbaran, Kedonganan dan Tuban.
  • Kemudian pada tanggal 17 Februari 2013, kelima Lembaga Pemberdayaan Masyarakat membuat petisi untuk berkolaborasi dengan Yayasan Artha Graha Peduli untuk membentuk Forum Peduli Mangrove Bali.

Maret 2013

  • Pada tanggal 18 Maret 2013, atas dasar kesepakatan bersama proses pengajuan Forum Peduli Mangrove sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat disampaikan kepada Notaris. Sekretariat FPMB berada di Tanjung Benoa, memiliki tujuan untuk melaksanakan program revitalisasi Taman Hutan Raya Ngurah Rai.

April 2013

  • Pada tanggal 18 April 2013, FPMB dinyatakan secara resmi terbentuk sesuai dengan Akta Pendirian dan diresmikan oleh Kepala Dinas Kehutanan setempat dan disaksikan oleh perwakilan Dina Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

Juni 2013

  • Pada saat peresmian tersebut acara dihadiri oleh Christiano Ronaldo sebagai Duta Forum Peduli Mangrove Bali. Acara juga dihadiri oleh Presiden RI keenam yaitu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan menteri-menterinya. Dengan jumlah 1000 undangan perwakilan dari masyarakat lokal dan pelajar, mereka diajak untuk berpartisipasi dalam acara penanaman mangrove.

Juli 2013

  • FPMB diresmikan oleh Gubernur Bali, Bapak Made Mangku beserta 140 relawan dari enam perwakilan desa di sekitar Taman Hutan Raya Ngurah Rai.
  • Berkolaborasi dengan Kelompok Nelayan Mina Mangrove Jimbaran, FPMB mengembangkan budidaya Bandeng sebagai salah satu ikan yang hidup dalam ekosistem mangrove di Tukad Seme, Jimbaran.

Oktober 2013

  • FPMB berpartisipasi dalam event kolaborasi Asia Pasifik Summit 2013 di Bali untuk memperkenalkan produk hasil olahan dari mangrove kepada masyarakat.

Juni 2014

  • FPMB bekerja sama dengan kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari untuk merevitalisasi daerah aliran sungai di Patasari, Kuta. Hal ini dllakukan dengan membersihkan sungai dari sampah, pengerukan sedimentasi lumpur, dan penanaman mangrove. Pada tahun yang sama, Kabupaten Badung memberikan respon positif terhadap upaya ini dengan membangun penahan air.

Juni 2015

  • Bersama dengan Badan Pengelolaan Hutan Wilayah VIII, FPMB melakukan pemeliharaan dan pengecatan ulang tapal batas Tahura untuk mendapatkan data terkini terkait batas-batas pada Taman Hutan Raya Ngurah Rai.

Desember 2015

  • FPMB berapartisipasi dalam UNFCCC COP 21 di Paris, Perancis untuk mewakili Indonesia dan Artha Graha Peduli sebagai salah satu contoh sukses dari kontribusi sektor swasta di Indonesia dalam memerangi perubahan iklim.

Februari 2016

  • Pada tanggal 07 Februari 2016, Sabar Gorky resmi menjadi duta kedua untuk Forum Peduli Mangrove Bali. Pelantikan ini digelar bersamaan dengan acara penanaman Mangrove di Telaga Waja, Tanjung Benoa. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh delegasi Komite Hari Pers Nasional, wartawan asing dari Turkey dan Konfederasi wartawan ASEAN.

Maret 2016

  • FPMB berkolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Trisakti dalam kegiatan menanam 1000 pohon mangrove di Tanjung Pasir, Tangerang.

Save Mangrove, Save Earth

Mangroves Need Your Help. Are you ready to volunteer?

Top