Manajemen

Beranda » Tentang Kami » Manajemen

Tomy Winata - Pendiri

Tomy Winata adalah pendiri Artha Graha Network. Menurut surat kabar The Washington Post, dia "bangkit dari mesin cuci mobil dan office boy untuk menjadi salah satu orang terkaya bangsa". Selain dari bisnis-nya, Tomy Winata telah membentuk yayasan sosial (non-profit) yang dikenal Artha Graha Peduli (AGP) Foundation, yang memiliki lima pilar utama kegiatan sosial: pemberian bantuan darurat kepada korban bencana alam di Indonesia dan luar negeri; program kemanusiaan di ketahanan pangan, pendidikan dan kesehatan; program untuk menyelamatkan lingkungan; pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM); dan pemberian bantuan hukum bagi yang kurang mampu. Tomy Winata juga menjalankan kawasan konservasi yang mengelola pusat penyelamatan bagi harimau Sumatera yang terancam punah dan melestarikan satwa endemik Sumatera di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), sebuah taman nasional di Provinsi Lampung, Sumatera. Selain 48.153 hektar hutan, TWNC juga mencakup 14.500 hektar kawasan konservasi laut. Maret 2013, di Madrid, Spanyol, Tomy Winata dengan Mangrove Forum Peduli Bali berhasil meyakinkan Cristiano Ronaldo menjadi Duta Peduli Mangrove Forum Bali. Tomy Winata dan Ronaldo setuju untuk melestarikan dan merawat hutan mangrove yang ada di Bali.

Heru Budi Wasesa- Direktur Eksekutif

Lahir di Jakarta, 14 November 1969, Heru bergabung Artha Graha Network sejak tahun 2005 dan meneruskan karirnya ketika ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif Artha Graha Peduli (AGP) Yayasan dari 2010 ke 2013. Heru mengaktualisasikan keprihatinannya terhadap lingkungan dan pemberdayaan manusia melalui partisipasi dalam pengembangan Kawasan Konservasi dikenal sebagai Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Provinsi Lampung. Heru menyelesaikan gelar masternya di Universitas Pertahanan Indonesia, dengan gelar Master of Science (Pertahanan) pada tahun 2011. Pada tahun 2012, Heru dipercaya menjadi wakil dari AGP sebagai Ketua Forum Peduli Mangrove Bali (FPMB). Dan pada bulan Maret 2016, menyampaikan kepemimpinan manajemen internal FPMB untuk generasi muda, ia diangkat sebagai Direktur FPMB Executive.

Steve W.D Sumolang-Ketua

Lahir di Jakarta, 29 Mei 1982, Steve Sumolang adalah Ketua Forum Peduli Mangrove Bali. Dia diangkat sebagai ketua baru FPMB Maret 2016 untuk menggantikan Heru Dharsono. Dia memiliki pengalaman yang luas dalam dunia hiburan, kewirausahaan, penyelenggara acara, kegiatan sosial, dan lingkungan usaha. Steve meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Tarumanegara Jakarta. Pada 2015, ia diangkat sebagai Wakil Ketua Artha Graha Peduli delegasi untuk Indonesia Pavilion di Milan Expo 2015. Setelah itu, ia juga terpilih sebagai delegasi untuk Indonesia Pavilion di UNFCCC COP 21 Paris untuk mewakili FPMB sebagai model yang baik di Indonesia sebagai upaya dalam mitigasi perubahan iklim.

Alwan Prabowo – Wakil Ketua

Lahir di Surabaya, 13 Januari 1980, Alwan Prabowo adalah Wakil Ketua Forum Peduli Mangrove Bali. Dia lulus dari Universitas Udayana Bali di Jurusan Pertanian pada tahun 2009. Dia memiliki pengalaman dalam beberapa LSM di Bali dan Jakarta. Dia adalah mantan Project dan Koordinator Area Yayasan Manikaya Kauci di Bali. Dia juga pernah menjabat sebagai Asisten Proyek Bali dan NTB ketika ia bekerja untuk Organisasi Migrasi Internasional (IOM) yang didirikan oleh Uni Eropa. Dia juga aktif mengambil bagian dalam beberapa kegiatan sosial Artha Graha Peduli di Bali, Lombok, dan Jakarta.

I Made Arnata Riana – Sekretaris Umum

Lahir di Badung, 29 Mei 1985, Arnata adalah Sekretaris Umum Forum Peduli Mangrove Bali. Ia memulai karir profesionalnya di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali sejak tahun 2005 yang masih merupakan bagian dari Artha Graha Group. Pada tahun 2011, ia dipindahkan ke Jakarta untuk membantu pada beberapa pengembangan Artha Graha Group dan proyek hijau termasuk program-program sosial Artha Graha Peduli. Mulai dari 2013 sampai sekarang, ia ditugaskan oleh Artha Graha Peduli untuk membantu proyek revitalisasi mangrove taman hutan raya ngurah rai bersama dengan Forum Peduli Mangrove Bali.

Ni Wayan Daningsih – Kepala Sekretariat

Lahir di Denpasar, 13 Maret 1977, Daningsih sekarang tinggal di Tanjung Benoa, Badung, di mana sebagian besar keluarganya juga tinggal di sana. Beberapa keluarganya juga bekerja sebagai nelayan dan menjalankan bisnis watersport di Tanjung Benoa. Hal ini membuat dia memiliki hubungan yang baik dan jaringan yang luas dengan sebagian besar nelayan dan pemilik watersport di Tanjung Benoa. Daningsih lulus dari STP Nusa Dua Bali pada tahun 1998 dari jurusan Kamar Divisi Manajemen. Dia menghabiskan sebagian besar miring profesionalnya di dunia perhotelan dan bisnis dengan bekerja di beberapa tempat seperti di Bali Hilton International, PT. Bali Marine International, dan Ramada Resort Benoa. Pada tahun 2013, ia memutuskan untuk bekerja untuk Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, dan di tahun yang sama dia ditugaskan untuk membantu Artha Graha Group dalam proyek revitalisasi mangrove dengan Forum Peduli Mangrove Bali di Rai Taman Hutan Raya Ngurah Rai hingga saat ini. Hari ini, Daningsih adalah Kepala Sekretariat Forum Peduli Mangrove Bali.

Duta Forum Peduli Mangrove Bali

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir di Portugal 5 Februari 1985. Dia adalah pemain sepakbola profesional Portugis yang bermain untuk klub Spanyol Real Madrid dan tim nasional Portugal. Ia menjadi pemain termahal di dunia, ketika Real Madrid mengontrak dia senilai 94 juta Euro pada tahun 2009 dari Manchester United. Dia dianggap sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik dan salah satu bintang olahraga terbesar di dunia. Ia memenangkan FIFA Ballon d'Or pada 2013 dan 2014. Pada 2015, ia dinobatkan sebagai pemain Portugal terbaik sepanjang masa oleh Federasi Sepakbola Portugal. Maret 2013, Ronaldo bersedia menjadi duta Mangrove Forum Peduli Bali demi meningkatkan kesadaran tentang konservasi mangrove. Penunjukan Ronaldo sebagai duta mangrove yang disepakati dalam pertemuan di Madrid pada 8 Maret 2013 dengan Tomy Winata, pendiri Tambling Wildlife Nature Conservation dan Mangrove Forum Peduli Bali. Pertemuan berlangsung di sela-sela sesi ke-56 Komisi Narkotika, badan kebijakan pusat dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC). Kemudian, pada 26 Juni 2013, Cristiano Ronaldo resmi sebagai duta Forum Peduli Mangrove Bali, yang dihadiri oleh mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dan jajaran Menteri yang diikuti oleh acara penanaman mangrove di Telaga Waja, Tanjung Benoa.

Sabar Gorky adalah pendaki gunung (memiliki keterbatasan) dari Solo, Jawa Tengah, yang bermimpi menaklukkan tujuh puncak dunia. Saat ini, Sabar telah menyelesaikan empat puncak dari misi tujuh puncak nya dengan memanjat gunung tertinggi dari masing-masing tujuh benua. Empat KTT ia telah naik adalah Gunung Carstensz (Indonesia), Gunung Elbrus (Rusia), Gunung Kilimanjaro (Tanzania), dan Gunung Aconcagua (Argentina). Sabar Gorky bukan pendaki gunung tanpa prestasi apapun. Meskipun hanya memiliki satu kaki, tapi dia telah memenangkan berbagai prestasi. Termasuk hadiah pertama di Wall Asia Climbing Championships di Korea Selatan pada tahun 2009, dan pemenang tempat keempat di Dunia Climbing Championships di Paris pada tahun 2012. Gorky adalah nama ditambahkan sebagai Sabar nama terakhir setelah ia mencapai puncak Gunung Elbrus, Rusia. Menurut catatan sejarah Rusia, karena hidupnya berliku, penyair Alexey Maximovich Peshkov disebut sebagai Maxim Gorky yang berarti Maxim pemilik kehidupan pahit. Gorky (pahit) yang semula ejekan untuk Maxim sekarang adalah julukan yang memiliki arti positif. Oleh karena itu, saat ini Indonesia juga memiliki Gorky baru, yang merupakan Sabar Gorky. Pada 7 Februari, 2016, Sabar Gorky diresmikan sebagai Duta kedua Perawatan Mangrove Forum Bali. Pelantikan ini digelar bersama dengan acara penanaman mangrove di Telaga Waja, Tanjung Benoa. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh delegasi dari Hari Pers Nasional komite dan asing wartawan dari Turki dan Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ).

Sabar Gorky

Sabar Gorky

Affiliasi & Rekan

Yayasan Artha Graha Peduli

YAYASAN ARTHA GRAHA PEDULI

Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) adalah sebuah organisasi non-profit yang didirikan oleh Artha Graha Network (AG Network) yang memiliki lima kegiatan sosial utama: pemberian bantuan darurat kepada korban bencana alam di Indonesia dan luar negeri; program kemanusiaan di ketahanan pangan, pendidikan dan kesehatan; program untuk penyelamatan lingkungan; pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM); dan pemberian bantuan hukum bagi yang kurang mampu. Perawatan Mangrove Forum Bali merupakan salah satu bentuk Artha Graha Peduli komitmen untuk menyelamatkan lingkungan.

TAMBLING WILDLIFE NATURE CONSERVATION

Konservasi Alam Margasatwa Tambling (TWNC) adalah kawasan konservasi awalnya dijalankan / dikelola oleh Artha Graha Yayasan Peduli sejak tahun 1996. TWNC merupakan bagian dari kesepakatan Kolaborasi antara AGP dan Kementerian Kehutanan. TWNC terletak di ujung selatan Pulau Sumatera yang mencakup 48,153 hektar kawasan hutan lindung dan 14.500 hektar kawasan konservasi laut. TWNC merupakan habitat yang baik bagi banyak satwa yang terancam punah seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dll TWNC juga memiliki distribusi vegetasi hutan mangrove yang luas, dan menjadi salah satu tempat untuk Forum Peduli Mangrove Bali untuk melakukan studi banding.

Tambling Wildlife Nature Conservation

Mitra

Pemerintahan Kabupaten Badung

Pemerintahan Kabupaten Badung

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Bali

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Bali

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Polda Bali

Polda Bali

Udayana Military Command

Udayana Military Command

Save Mangrove, Save Earth

Mangroves Need Your Help. Are you ready to volunteer?

Top