Manajemen

Beranda » Tentang Kami » Manajemen

Tomy Winata - Pendiri

Tomy Winata adalah pendiri Artha Graha Network. Menurut surat kabar The Washington Post, dia "bangkit dari mesin cuci mobil dan office boy untuk menjadi salah satu orang terkaya bangsa". Selain dari bisnis-nya, Tomy Winata telah membentuk yayasan sosial (non-profit) yang dikenal Artha Graha Peduli (AGP) Foundation, yang memiliki lima pilar utama kegiatan sosial: pemberian bantuan darurat kepada korban bencana alam di Indonesia dan luar negeri; program kemanusiaan di ketahanan pangan, pendidikan dan kesehatan; program untuk menyelamatkan lingkungan; pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM); dan pemberian bantuan hukum bagi yang kurang mampu. Tomy Winata juga menjalankan kawasan konservasi yang mengelola pusat penyelamatan bagi harimau Sumatera yang terancam punah dan melestarikan satwa endemik Sumatera di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), sebuah taman nasional di Provinsi Lampung, Sumatera. Selain 48.153 hektar hutan, TWNC juga mencakup 14.500 hektar kawasan konservasi laut. Maret 2013, di Madrid, Spanyol, Tomy Winata dengan Mangrove Forum Peduli Bali berhasil meyakinkan Cristiano Ronaldo menjadi Duta Peduli Mangrove Forum Bali. Tomy Winata dan Ronaldo setuju untuk melestarikan dan merawat hutan mangrove yang ada di Bali.

Steve W.D Sumolang-Ketua

Lahir di Jakarta, 29 Mei 1982, Steve Sumolang adalah Ketua Forum Peduli Mangrove Bali. Dia diangkat sebagai ketua baru FPMB Maret 2016 untuk menggantikan Heru Dharsono. Dia memiliki pengalaman yang luas dalam dunia hiburan, kewirausahaan, penyelenggara acara, kegiatan sosial, dan lingkungan usaha. Steve meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Tarumanegara Jakarta. Pada 2015, ia diangkat sebagai Wakil Ketua Artha Graha Peduli delegasi untuk Indonesia Pavilion di Milan Expo 2015. Setelah itu, ia juga terpilih sebagai delegasi untuk Indonesia Pavilion di UNFCCC COP 21 Paris untuk mewakili FPMB sebagai model yang baik di Indonesia sebagai upaya dalam mitigasi perubahan iklim.

I Wayan Sudira alias Lanang Sudira - Humas

Lahir di Gianyar, 20 Maret 1970. Dia hanya lulusan SMEA Saraswati di Gianyar. Dia memiliki pengalaman dalam beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat diantaranya Ketua Umum LSM Gerakan Solidaritas Sosial Bali (GASOS Bali), Ketua LSM Lembaga Kajian Masalah Sosial Bali (LKMS Bali). Dia bergabung dalam grup Artha Graha Peduli sejak 5 Januari 2015. Selain di FPMB, dia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Artha Graha Peduli melalui Pasar Murah dan Relawan Siaga Bencana Artha Graha Peduli di Gunung Agung Bali dan Gempa Bumi Lombok. Dia juga aktif mengambil bagian dalam beberapa kegiatan sosial Artha Graha Peduli seperti memimpin penanaman mangrove di Teluk Naga,Tanjung Pasir Tanggerang Banten dan memimpin penanaman bibit ajan kelicung di Tanah Awu,Lombok dalam rangka menyambut kunjungan bapak Presiden Jokowi di Lombok. Selain itu, dia juga mewakili Artha Graha Peduli sebagai delegasi International Conference On Sustainable Mangrove Ecosystems yang diikuti oleh 28 negara di Inna Grand Bali Beach Sanur dan mengikuti pendidikan tentang konservasi alam di Singapura

Ni Luh Desi Chandeni alias Desi – Sekretaris

Lahir di Denpasar, 19 Desember 1996 tinggal di Denpasar. Dia lulusan Universitas Mahasaraswati dan mengabdikan diri dalam Forum Peduli Mangrove Bali sejak 2018. Ia memulai karirnya profesionalnya di Discovery Kartika Plaza Hotel sejak tahun 2014 yang merupakan bagian dari Artha Graha Group. Dia mengabdi karena keinginannya menambah wawasan tentang alam khususnya hutan mangrove. Dia juga aktif mengambil bagian dalam beberapa kegiatan sosial Artha Graha Peduli di Bali dan Lombok

Ni Nyoman Sweet Juniartini alias Sweet - Kepala Sekretariat

Lahir di Singaraja, 17 Juni 1977. Dia lulusan kehutanan Institut Pertanian STIPER Jogyakarta jurusan Kehutanan tahun 2000 dan sedang melanjutkan pascasarjana di Universitas Udayana bagian Ilmu Biodiversitas Tumbuhan. Sebagai lulusan kehutanan dia mengabdikan diri membuat berbagai jenis bibit tanaman kehutanan dan menjadi konsultan rehabilitasi lahan kering pada perusahaan - perusahaan swasta. Dia mulai bergabung di Artha Graha Group sejak 2018 difokuskan di Forum Peduli Mangrove Bali.

Duta Forum Peduli Mangrove Bali

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir di Portugal 5 Februari 1985. Dia adalah pemain sepakbola profesional Portugis yang bermain untuk klub Spanyol Real Madrid dan tim nasional Portugal. Ia menjadi pemain termahal di dunia, ketika Real Madrid mengontrak dia senilai 94 juta Euro pada tahun 2009 dari Manchester United. Dia dianggap sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik dan salah satu bintang olahraga terbesar di dunia. Ia memenangkan FIFA Ballon d'Or pada 2013 dan 2014. Pada 2015, ia dinobatkan sebagai pemain Portugal terbaik sepanjang masa oleh Federasi Sepakbola Portugal. Maret 2013, Ronaldo bersedia menjadi duta Mangrove Forum Peduli Bali demi meningkatkan kesadaran tentang konservasi mangrove. Penunjukan Ronaldo sebagai duta mangrove yang disepakati dalam pertemuan di Madrid pada 8 Maret 2013 dengan Tomy Winata, pendiri Tambling Wildlife Nature Conservation dan Mangrove Forum Peduli Bali. Pertemuan berlangsung di sela-sela sesi ke-56 Komisi Narkotika, badan kebijakan pusat dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC). Kemudian, pada 26 Juni 2013, Cristiano Ronaldo resmi sebagai duta Forum Peduli Mangrove Bali, yang dihadiri oleh mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dan jajaran Menteri yang diikuti oleh acara penanaman mangrove di Telaga Waja, Tanjung Benoa.

Sabar Gorky adalah pendaki gunung (memiliki keterbatasan) dari Solo, Jawa Tengah, yang bermimpi menaklukkan tujuh puncak dunia. Saat ini, Sabar telah menyelesaikan empat puncak dari misi tujuh puncak nya dengan memanjat gunung tertinggi dari masing-masing tujuh benua. Empat KTT ia telah naik adalah Gunung Carstensz (Indonesia), Gunung Elbrus (Rusia), Gunung Kilimanjaro (Tanzania), dan Gunung Aconcagua (Argentina). Sabar Gorky bukan pendaki gunung tanpa prestasi apapun. Meskipun hanya memiliki satu kaki, tapi dia telah memenangkan berbagai prestasi. Termasuk hadiah pertama di Wall Asia Climbing Championships di Korea Selatan pada tahun 2009, dan pemenang tempat keempat di Dunia Climbing Championships di Paris pada tahun 2012. Gorky adalah nama ditambahkan sebagai Sabar nama terakhir setelah ia mencapai puncak Gunung Elbrus, Rusia. Menurut catatan sejarah Rusia, karena hidupnya berliku, penyair Alexey Maximovich Peshkov disebut sebagai Maxim Gorky yang berarti Maxim pemilik kehidupan pahit. Gorky (pahit) yang semula ejekan untuk Maxim sekarang adalah julukan yang memiliki arti positif. Oleh karena itu, saat ini Indonesia juga memiliki Gorky baru, yang merupakan Sabar Gorky. Pada 7 Februari, 2016, Sabar Gorky diresmikan sebagai Duta kedua Perawatan Mangrove Forum Bali. Pelantikan ini digelar bersama dengan acara penanaman mangrove di Telaga Waja, Tanjung Benoa. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh delegasi dari Hari Pers Nasional komite dan asing wartawan dari Turki dan Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ).

Sabar Gorky

Sabar Gorky

Affiliasi & Rekan

Yayasan Artha Graha Peduli

YAYASAN ARTHA GRAHA PEDULI

Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) adalah sebuah organisasi non-profit yang didirikan oleh Artha Graha Network (AG Network) yang memiliki lima kegiatan sosial utama: pemberian bantuan darurat kepada korban bencana alam di Indonesia dan luar negeri; program kemanusiaan di ketahanan pangan, pendidikan dan kesehatan; program untuk penyelamatan lingkungan; pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM); dan pemberian bantuan hukum bagi yang kurang mampu. Perawatan Mangrove Forum Bali merupakan salah satu bentuk Artha Graha Peduli komitmen untuk menyelamatkan lingkungan.

TAMBLING WILDLIFE NATURE CONSERVATION

Konservasi Alam Margasatwa Tambling (TWNC) adalah kawasan konservasi awalnya dijalankan / dikelola oleh Artha Graha Yayasan Peduli sejak tahun 1996. TWNC merupakan bagian dari kesepakatan Kolaborasi antara AGP dan Kementerian Kehutanan. TWNC terletak di ujung selatan Pulau Sumatera yang mencakup 48,153 hektar kawasan hutan lindung dan 14.500 hektar kawasan konservasi laut. TWNC merupakan habitat yang baik bagi banyak satwa yang terancam punah seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dll TWNC juga memiliki distribusi vegetasi hutan mangrove yang luas, dan menjadi salah satu tempat untuk Forum Peduli Mangrove Bali untuk melakukan studi banding.

Tambling Wildlife Nature Conservation

Mitra

Pemerintahan Kabupaten Badung

Pemerintahan Kabupaten Badung

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Bali

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Bali

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Polda Bali

Polda Bali

Udayana Military Command

Udayana Military Command

Save Mangrove, Save Earth

Mangroves Need Your Help. Are you ready to volunteer?

Top