Berita

Beranda » Berita » FPM Bali Bersihkan Mangrove di Teluk Benoa

FPM Bali Bersihkan Mangrove di Teluk Benoa

February 21, 2016

Denpasar, Pos Bali – Memperingati Hari Sampah yang ditetapkan setiap 21 Februari (hari ini), Relawan Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali bersama para Karyawan Artha Graha Network beserta masyarakat setempat melaksanakan aksi bersih-bersih sampah di sekitar kawasan mangrove Pesisir Teluk Benoa, Kuta Selatan, Badung. Aksi bersih-bersih sampah ini dimulai pukul 07.00 Wita dan dimotori langsung FPM Bali dan PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) yang dipusatkan di lokasi yang menjadi langganan sampah kiriman baik sampah organic maupun sampah plastic.

            Ketua Forum Peduli Mangrove Bali, Steve Wilson Daud Sumolang menjelaskan, selama ini sampah kiriman selalu datang setiap saat, baik berasal dari hulu maupun hilir menuju sekitar kawasan Teluk Benoa. “Sebagai relawan Forum Peduli Mangrove, kami ingin membersihkan kawasn mangrove di Teluk Benoa dari berbagai macam sampah di wilayah kami,” ungkapnya Sabtu (20/2).

            Didampingi Humas FPM Bali, Wayan Lanang Sudira, menurut Sumolang, aksi nyata membersihkan sampah kali ini kembali melibatan banyak karyawan dari Discovery Kartika Plaza Hotel (DKPH), PT TWBI dan Relawan FPM lainnya termasuk warga Tanjung Benoa. Kegiatan ini juga merupakan Program Corporate Social Responsibility (SCR) dari TWBI dan Artha Graha Peduli. Aksi kebersihan itu, rutin dilakukan termasuk menggandeng elemen masyarakat lainnya maupun pemerintah provinsi dan kabupaten / kota.

            Tanpa canggung, mereka memungguti sampah-sampah yang bertumpuk di pinggiran pesisir pantai hingga daratan. “Selain melakukan aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, juga terus melakukan edukasi masyarakat, agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar mereka, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” harapnya.

            Salah satu warga Tanjung Benoa, Ni Wayan Daningsih mengakui, selama ini tak sedikit mangrove yang terancam kehidupannya. Akibat banjir sampah itu cukup massif akhirnya menutupi pohon mangrove yang tengah tumbu. Sehari saja berton-ton sampah bisa menutupi kawasan mangrove. Terbukti saat aksi bersih itu setelah dipilah-pilah, sampah organic dan non-organic, ditimbang bisa mencapai setengah ton sampah yang berhasil dikumpulkan, sebelum akhirnya diambil perusahaan khusus pengolah sampah. “Setiap hari, sampah datang mengotori Teluk Benoa, karena itu kami terus bersihkan,” imbuhnya.

            Sementara itu, pendiri FPM Bali, Heru B.Wasesa menegaskan, jika sampah tidak dibersihkan maka akan menghambat pertumbuhan pohon mangrove yang telah dirintis FPM sejak tiga tahun silam. Bahkan, pohon mangrove itu bisa mati karena tertimbun sampah. Menurutnya, menanam pohon mangrove di lokasi itu tidaklah mudah sehingga harus terus dilakukan pemantauan selama 24 jam, seperti dilakukan Pos FPM.

            Selain itu, menurut Heru, menanam mangrove itu penting dilakukan. Namun yang lebih penting lagi, bagaimana setiap satu batang pohon yang ditanam, dijaga, dirawat agar bisa tumbuh berkembang dan jangan sampai mati. “Kami fokus di lokasi ini, karena menjadi tempat paling banyak tercemar sampah, padahal banyak ditanam pohon mangrove,” ujar Dirut PT TWBI ini.

            Heru menambahkan, apa yang dilakukan itu, juga berkaitan dengan peringatan hari peduli sampah nasional yang jatuh pada 21 February ini. Unutk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, agar lebih peduli dengan kelestarian alam seperti di Teluk Benoa yang tidak henti dibanjiri sampah. “Kami mengerjakan ini sudah tiga tahun, FPM mengajak semua elemen masyarakat melakukan pembersihan sampah. Jangan lupa, salah satu musuh utama kita di Bali, adalah sampah, ayo kita kerja nyata, bersihkan sampah, supaya Bali memang benar-benar diartikan mencintai lingkungan hidup,” jelasnya.

            Pelaku pariwisata yang juga warga Tanjung Benoa, Nyoman Cakra mengapresiasi kegiatan peduli sampah FPM Bali di kawasan Teluk Benoa. Menurutnya inilah bukti nyata kepedulian FPM Bali dan PT TWBI terhadap kelestarian mangrove yang selama ini hanya menjadi wacana diantara kalangan masyarakat. “Aksi nyata ini, bukan hanya semata dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional. Namun kegiatan bersih-bersih sampah itu, dilakukan oleh Forum Peduli Mangrove setiap harinya. Sampah yang dikumpulkan ini juga dihasilkan dari kegiatan sehari-hari masyarakat,” tandasnya. 016

Save Mangrove, Save Earth

Mangroves Need Your Help. Are you ready to volunteer?

Top